Semua artikel
Manajemen 6 menit baca

Cara Menghitung HPP Coffee Shop & Kelola Stok Bahan Tanpa Ribet

HPP yang tidak dihitung benar diam-diam menggerus untungmu. Ini cara menghitung HPP per menu coffee shop dengan sederhana, plus cara menjaga stok bahan tetap terkontrol.

Banyak coffee shop terlihat ramai tapi untungnya tipis. Penyebab paling umum: HPP (Harga Pokok Penjualan) tidak dihitung dengan benar, dan stok bahan bocor tanpa ketahuan. Padahal menghitung HPP tidak serumit yang dibayangkan — yang penting konsisten.

Apa itu HPP dan kenapa penting?

HPP adalah total biaya bahan baku untuk membuat satu menu. Misalnya, untuk satu gelas kopi susu, HPP-nya adalah jumlah biaya biji kopi, susu, gula, cup, lid, dan sedotan yang terpakai. Mengetahui HPP membuat kamu bisa menentukan harga jual yang sehat dan tahu menu mana yang sebenarnya menguntungkan.

Cara menghitung HPP per menu

Ikuti langkah sederhana ini untuk tiap menu:

  1. 1Tulis resepnya: berapa gram biji, berapa ml susu, dan bahan lain per porsi.
  2. 2Cari harga beli tiap bahan per satuan (per gram, per ml, per pcs).
  3. 3Kalikan pemakaian dengan harga satuan, lalu jumlahkan semua bahan.
  4. 4Tambahkan biaya kemasan (cup, lid, sedotan) bila take-away.

Contoh: kopi susu butuh 18 gram biji (Rp1.800), 150 ml susu (Rp3.000), gula & syrup (Rp700), cup+lid+sedotan (Rp1.500). Total HPP = Rp7.000. Kalau dijual Rp22.000, margin kotornya sehat.

Tentukan harga jual dari HPP

Patokan umum di industri F&B, food cost ideal berada di kisaran 25–35% dari harga jual. Artinya, kalau HPP-mu Rp7.000 dan kamu mentarget food cost 30%, harga jual idealnya sekitar Rp23.000. Gunakan angka ini sebagai panduan, lalu sesuaikan dengan posisi pasar dan konsep cafe kamu.

Masalahnya: HPP berubah, dan stok bocor

Harga bahan naik-turun, dan stok berkurang tiap hari. Menghitung manual sekali saja tidak cukup. Tiga kebocoran yang paling sering terjadi:

  • Porsi tidak konsisten antar barista (takaran “kira-kira”).
  • Bahan kedaluwarsa atau terbuang karena stok tidak terpantau.
  • Selisih antara penjualan dan pemakaian bahan yang tidak pernah dicek.

Solusi: kelola stok dengan sistem

Di sinilah sistem inventory dengan auto-deduction sangat membantu. Setiap penjualan otomatis mengurangi stok bahan sesuai resep, sehingga kamu selalu tahu sisa stok real-time, kapan harus restock, dan apakah ada selisih yang mencurigakan. Kombinasi resep digital + stock opname rutin membuat HPP-mu akurat dari waktu ke waktu — bukan tebakan.

Mulai dari yang sederhana

Kalau cafe kamu baru mulai, cukup catat HPP tiap menu di spreadsheet dan lakukan stock opname mingguan. Saat transaksi makin banyak dan manual mulai melelahkan, beralih ke sistem POS + inventory yang menghitung semuanya otomatis akan menghemat waktu dan menutup kebocoran.

Untung coffee shop bukan ditentukan di kasir, tapi di dapur dan gudang — di angka HPP dan stok yang kamu kontrol tiap hari.

Mau HPP & stok terhitung otomatis tiap transaksi?

Lihat sistem manajemen cafe kami